Tags

, ,

Jujur saja, sebenarnya saya tidak merasa tertarik sama sekali untuk menonton Men In Black 3 ini. Tapi daripada hanya bermalam minggu di rumah saja dan kebetulan saya diajak nonton, jadinya saya pergi nonton.

Alien kriminal kelas tinggi, Boris The Animal (Jemaine Clement), yang pernah ditangkap oleh Agen K (Tommy Lee Jones) 40 tahun yang lalu, berhasil meloloskan diri dari penjara di bulan. Ia merencanakan balas dendam kepada Agen K dengan cara kembali ke saat sebelum ia ditangkap, yaitu pada tahun 1969, kemudian membunuh Agen K. Rencananya berhasil, Agen K tiba-tiba dinyatakan telah meninggal 40 tahun yang lalu. Rekan setianya, Agen J (Will Smith) tentu merasa janggal dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, pasukan ras alien dari Boris yaitu Boglodite menyerang bumi. Berdasarkan informasi yang didapat Agen J sebelum terjadi pergeseran waktu, Agen K melepaskan sistem perlindungan di luar Bumi yang dinamakan Jaringan Arc agar pasukan Boglodite tidak bisa memasuki Bumi yang menyebabkan kepunahan ras alien tersebut. Dikarenakan Boris berhasil kembali ke masa lampau dan membunuh Agen K sebelum ia sempat melepas Jaringan Arc, pasukan Boglodite bebas memasuki dan menguasai bumi.

Dengan bantuan informasi dari Agen O (Emma Thompson), Agen J mendapatkan sebuah alat yang sama dengan yang dipakai oleh Boris untuk menjelajah waktu dari seseorang bernama Jeffrey Price (Michael Chernus). Ia kembali ke sehari sebelum Boris masa kini kembali ke masa lampau, kemudian membunuh Boris masa lampau. Di saat ia hampir membunuhnya, Agen K masa lampau (Josh Brolin) malah menangkap Agen J karena tingkahnya yang mencurigakan.

Agen K muda akhirnya percaya pada Agen J setelah ia menjelaskan bahwa ia datang dari masa depan. Mereka bersama-sama memburu Boris The Animal. Mereka juga dibantu oleh alien yang mampu melihat dan memprediksi masa depan dari planet Arcadia yang telah hancur dimangsa oleh pasukan Boglodite, bernama Griffin (Michael Stuhlbarg). Mampukah Agen J menyelesaikan tugasnya sebelum Agen K masa lampau terbunuh?

Sama seperti film-film pendahulunya, Men In Black 3 mengandalkan acting kocak dari aktor kawakan Will Smith. Bedanya, pada film terdahulu, di sepanjang film ia beraduactingdengan Tommy Lee Jones. Josh Brolin harus menggantikan peran Jones sebagai Agen K muda dan ia melakukannya dengan sangat sempurna. Karena terlalu sempurna, saya sampai mengira bahwa Agen K muda tetap diperankan oleh Jones dan menggunakan efek komputer supaya terlihat muda.

Tidak seperti pada film pendahulunya, Men In Black 3 kurang dalam hal action dan lebih mengutamakan sisi cerita. Kisah para alien dipadu dengan kisah pasangan detektif serta dibumbui kisah perjalanan waktu membuat film ini unggul dari sisi plot cerita. Humor yang disediakan di film ini juga serasa agak hambar bila dibandingkan dengan film terdahulunya. Mungkin ini disebabkan perbedaan waktu rilis yang terlalu lama antara Men In Black 3 dengan Men In Black 2 yaitu sepuluh tahun, sehingga menyebabkan penonton “lupa” dengan film ini.

Ada satu hal yang membuat saya merasa ganjil saat menonton film ini. Saat sejarah telah berubah, semua orang berpendapat bahwa Agen K telah tewas 40 tahun yang lalu. Tapi mengapa hanya Agen J yang ingat bahwa seharusnya Agen K tidak tewas? Oh ya, satu lagi, yaitu pria bernama Jeffrey Price yang memberikan Boris dan Agen J mesin waktu. Ia juga bisa ingat bahwa Boris meminta mesin waktu kepada dirinya. Secara keseluruhan, walaupun terdapat kejanggalan dan kekurangan, Men In Black 3 masih cukup menghibur untuk ditonton. Penonton dapat dibuat salah memprediksikan ending dari film ini.