Tags

, , , ,

Sial banget hari ini, tiba-tiba harus merasakan jadi seperti orang jompo.

Hari ini saya diminta untuk mengirim barang-barang konveksi atasan dalam wanita buatan papa saya ke satu grosir di Jalan Kembang Jepun. Karena memang sedang tidak ada kerjaan, dan demi membantu orang tua yang sudah membesarkan saya dari masih berbentuk ovum hingga menjadi manusia setinggi 172 cm (ceileee… bijak amat kata-kataku), saya dengan terpaksa senang hati bersedia membantu.

Barang udah dimasukkan ke mobil, jadi saya tinggal masuk ke mobil dan tancap gas!! Seperti biasa, jalan menuju ke Kembang Jepun harus ditempuh dengan perjuangan berat. Macetnya luar biasa dari jalan Kapasan hingga Pasar Atum. Kendaraan umum seperti angkot dan becak bersliweran sembarangan. Huh! Bikin emosi aja!

Toko yang akan saya kunjungi harus masuk ke kompleks ruko (rumah toko). Untuk bisa masuk, saya harus membeli karcis masuk yang dihargai setara dengan karcis masuk mall, 3000 rupiah!! Bener-bener edan! Kalo karcis parkir mall seharga 3000 masih saya anggap wajar karena tempatnya tertutup, gak panas, kemudian masuk mall dengan ac yang sejuk, dan bisa cuci mata (ini yang penting!!). Sedangkan di ruko ini, udah panas, sempit, parkir di tempat yang terbuka, ditambah lagi banyak tante-tante yang jaga toko.

Setelah memakirkan mobil, saya segera menuju ke bagasi mobil untuk mengambil barang. Ternyata, barangnya besar sekali! Beratnya mungkin sekitar 10 kg! Aih, bodohnya… seharusnya tadi mobilnya saya berhentikan dulu di depan toko, biar ada yang bantu angkat tuh barang. Peduli amat seandainya ada mobil di belakang saya nyalakan klakson sambil marah-marah karena gak bisa lewat.

Akhirnya dengan segala daya upaya dan sekuat tenaga, saya angkat barang itu dan saya harus berhenti kira-kira setiap 20 langkah. Pada saat saya berhenti saya terlalu bersemangat meletakkan barang di lantai, kemudian NYUT!! Punggung bagian belakang yang dekat dengan pinggang saya tiba-tiba sakit berat. Saya cuma bisa menahan sakit dan teriak kesakitan di dalam hati, malu donk dilihat orang kalo teriak-teriak. Tanggung, udah setengah jalan dari tempat parkir menuju toko. Dengan segenap kekuatan saya hingga tetes demi tetes keringat bercucuran menahan sakit yang amat sangat di punggung (maaf, agak berlebihan, biar sedikit dramatis), saya berusaha menyelesaikan pekerjaan saya.

Setelah selesai, punggung saya jadi semakin sakit. Membungkuk sakit, berdiri tegak sakit, goyang kanan sakit, goyang kiri sakit, duduk sakit, boker sakit (ups!). Begini ternyata rasanya menjadi orang jompo yang badannya sudah sakit-sakitan.