Tags

, , , , , , ,

Dari judulnya, pasti ada yang berpikir bahwa posting yang satu ini berbau p*rno. Ooooo tentu tidak. Hormones adalah judul film Thailand versi inggris. Judulnya memang aneh karena tidak berhubungan dengan inti ceritanya. Judulnya dalam bahasa Thailand adalah “Pit Thoem Yai Hua Chai Wawun” yang bila diterjemahkan langsung ke dalam bahasa inggris, artinya menjadi “restless hearts during school break”.

Hormones memiliki 4 bagian cerita yang diceritakan secara pararel:

  1. Nana (Atas), Pu (Kanan), dan Mai (Kiri)

    Nana (Atas), Pu (Kanan), dan Mai (Kiri)

    Dua orang sahabat, Pu (Charlie Trairat) dan Mai (Sirachuch Chienthaworn), adalah playboy terkenal di sekolahnya dan disukai banyak siswi. Mereka sangat kompetitif dalam melakukan segala hal. Suatu hari, mereka bertemu dengan teman lama mereka saat masih SD yaitu Nana (Ungsumalynn Sirapatsakmetha). Nana bersekolah di Bangkok dan pulang ke Chiang Mai saat liburan sekolah. Keduanya langsung jatuh hati pada Nana dan mereka bersepakat untuk bersaing mendapatkannya. Bagi yang berhasil mendapat nomer HP Nana, maka ia berhak menjadi pacarnya. Cara pendekatan mereka berbeda. Pu menggunakan joke-joke segar untuk membuat suasana menjadi ceria, sedangkan Mai menggunakan rayuan dan tatapan maut yang membuat wanita jatuh hati. Persaingan makin lama makin memanas dan akhirnya mempertaruhkan persahabatan mereka.

  2. Jo (kiri) dan Cee (kanan)

    Jo (kiri) dan Cee (kanan)

    Seorang anak kuliahan semester awal yang geek bernama Jo (Ratchu Surachalas) jatuh hati pada gadis yang paling populer di sekolahnya bernama Cee (Chutima Theepanat). Cee terkenal tidak mudah didekati pria manapun. Jo menggunakan berbagai cara untuk melakukan pendekatan, mulai dari mengajaknya nonton film, hingga menembaknya dengan cara membuat kartu-kartu seperti adegan pada film “Love Actually”. Walaupun melancarkan rayuan demi rayuan, Cee tetap tidak jatuh hati. Hingga suatu hari, Jo dengan gelisah dan tergesa-gesa karena terus ditolak, membelikan barang kepada Cee untuk menyenangkan hatinya. Cee tetap bersikeras menolak. Jo pun akhirnya patah hati.

  3. Oh Lek dan Didi (Patung)

    Oh Lek dan Didi (Patung)

    Seorang gadis remaja bernama Oh Lek (Focus Jirakul) baru saja selesai ujian. Ia sangat tergila-gila pada artis dan penyanyi dari Taiwan bernama Didi (Baca: Titi, diperankan oleh: Lu Ting Wei). Separuh dari kamar tidurnya, yang berbagi dengan kakak perempuannya yang galak, bertebaran banyak sekali foto-foto Didi. Didi direncanakan akan menggelar konser di Thailand. Oh Lek tidak ingin melewatkan kesempatan ini, kemudian mencari tempat kursus bahasa mandarin supaya saat bertemu dengan Didi, mereka bisa saling berkomunikasi. Oh Lek sangat rajin belajar dan berlatih bahasa mandarin dengan cara mempraktekkannya langsung kepada turis-turis dari Taiwan. Ia juga sempat membuatkan lagu dari bahasa Mandarin untuk Didi yang dipelajari di tempat kursus dengan bahasa ala kadarnya, sehingga bila diterjemahkan, arti lagunya jadi lucu. Setelah sekian lamanya mengikuti kursus, terdapat kabar bahwa konser Didi dibatalkan. Tidak bisa dipungkiri hati Oh Lek hancur saat mendengar kabar tersebut.

  4. Nuan (kiri) dan Hern (kanan)

    Nuan (kiri) dan Hern (kanan)

    Hern (Chantawit Thanasewee), seorang anak kuliahan semester akhir memiliki seorang kekasih yang cantik bernama Nuan (Thaniya Ummaritchoti). Saat liburan, Nuan memilih untuk berkerja sambilan di sebuah stasiun radio di kota Trang. Mereka berdua berjanji akan bertemu pada tanggal 12 di Trang, saat bulan purnama dan tepat 3 tahun setelah mereka jadian. Untuk sesaat, Hern merasa bebas. Ia memiliki kesenangan tersendiri pada gadis-gadis Jepang, terlihat pada saat ia meminta banyak sekali VCD porno Jepang kepada temannya. Suatu malam, Hern melihat bulan yang hampir penuh purnama dan teringat Nuan. Karena kangen, ia berangkat lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya. Di dalam kereta, ia bertemu dengan turis Jepang bernama Aoi (Sora Aoi) yang akan berkunjung ke Phangan untuk mengikuti Full Moon Festival. Karena tergoda, Hern menipu Aoi dengan mengatakan bahwa ia belum memiliki pacar dan pergi bersamanya ke Full Moon Party. Ia juga menipu Nuan dengan mengatakan bahwa ia terlambat datang dengan alasan keretanya penuh.

Jo mengungkapkan isi hatinya kepada Cee menggunakan kartu

Jo mengungkapkan isi hatinya kepada Cee menggunakan kartu

Sesuai dengan judulnya, film keluaran tahun 2008 ini bersetting di saat liburan sekolah. Sang sutradara, Songyos Sugmakanan, yang juga pernah mensutradarai Fan Chan (bersama 5 sutradara lainnya) dan Dorm, terinspirasi oleh film “Love Actually” dimana dalam film tersebut terbagi menjadi beberapa bagian dan tiap karakter dari tiap bagian saling terhubung. Hormones dibagi menjadi empat bagian dan benang merah yang menghubungkan keempat bagian tersebut adalah film “Remember I Love You” yang diperankan oleh Didi. Keempat pasangan menonton film ini di bioskop. Sang sutradara mengambil satu adegan dari “Love Actually”, dimana Mark menyampaikan isi hatinya lewat beberapa kartu kepada Juliet. Bedanya, pada film “Love Actually”, Mark berhasil membuat Juliet luluh hatinya. Sedangkan di film ini, Jo gagal menaklukkan hati Cee.

Aoi Sora

Aoi Sora

Beberapa adegan dalam film ini sebenarnya sudah sering kita jumpai di beberapa film komedi romantis lainnya. Tapi acting para aktor dan aktrisnya membuat film ini tidak menjemukan. Kita juga disuguhi beberapa humor segar yang walaupun tidak sampai mengocok perut, tapi bisa membuat kita tersenyum-senyum sendiri saat melihat aksi para pemainnya. Satu lagi kejutan adalah kehadiran Sora Aoi (mantan bintang AV Jepang) yang membuktikan bahwa ia juga bisa memainkan peran lain selain AV (Adult Video).

Tak lupa, soundtrack yang dipakai di beberapa film ini sangat bagus, di antaranya adalah Yhang Noy (อย่างน้อย) dan Wa Laew (ว่าแล้ว).