Tags

, , , , , , , , ,

Sudah lama sekali saya tidak pernah menulis lagi di blog ini. Selain karena kesibukan, juga karena saya waktu itu berada di suatu tempat yang tidak memungkinkan untuk membuka wordpress. Kali ini, saya ingin sharing tentang film Thailand yang baru saja saya tonton 3 hari yang lalu.

Ton Chatree (Charlie Trairat) akan segera memasuki kelas tujuh. Ia dikirim oleh ayahnya ke sebuah sekolah di luar kota agar bisa mendapatkan nilai bagus, dan juga supaya Ton tidak melapor pada ibunya bahwa ayahnya selingkuh. Di sekolah yang baru, Ia diterima oleh ibu kepala pengurus asrama, Pranee (Sukapatana), yang agak aneh dan eksentrik. Sebagai murid baru dari luar kota, ia merasa kesepian dan merindukan keluarga dan teman-teman lamanya. Teman satu asramanya menceritakan kisah seram di asrama tersebut, salah satunya adalah anak kelas tujuh yang bunuh diri dengan menceburkan diri ke kolam renang lama yang sekarang sudah tidak pernah dipakai lagi. Cerita lainnya adalah ibu Pranee yang sering menyalakan lagu dari alat pemutar piringan hitam yang rusak sambil duduk kemudian membuka laci dan menangis setiap malam. Hanya satu anak bernama Vichien (Chienthaworn) yang bersikap baik padanya, dan perlahan mereka menjadi teman baik.

Ton akhirnya mengetahui bahwa Vichien sebenarnya bukan manusia. Ia adalah hantu anak kelas tujuh yang tenggelam di kolam renang. Awalnya Ton merasa takut, tapi pada akhirnya mereka tetap berteman baik. Vichien mengajarkan Ton banyak hal tentang bagaimana hidup di asrama. Sampai pada suatu hari Ton melihat Vichien menceburkan diri ke kolam renang kosong, seakan-akan dia meronta-ronta di dalam air dan akhirnya tewas tenggelam. Kejadian itu berulang terus setiap jam enam sore. Ton kemudian mencari jalan untuk membebaskan teman baiknya dari lingkaran kematian dan bisa beristirahat dengan tenang.

Film ini sebenarnya adalah keluaran tahun 2006 di Thailand. Tapi baru akhir-akhir ini saja saya mengetahuinya. Ditambah lagi, saya tidak begitu suka nonton film horror, tapi karena penasaran, akhirnya saya download dan menonton film ini.

Bagi penggemar film horror, tampaknya bakal agak kecewa saat melihat film ini. Bagian horror dari film ini tidak sampai separuh film. Selebihnya hingga film ini selesai adalah drama persahabatan dua orang anak dari dua dunia berbeda. Ini adalah terobosan baru film horror di Thailand, karena banyak sekali film horror yang beredar, tapi kebanyakan tertuju pada arwah dan makhluk-makhluk supernatural. Dorm tidak menekankan pada hal-hal yang sangat menakutkan seperti itu, tapi lebih menekankan pada indahnya persahabatan, bagaimana menjadi dewasa dan mau memaafkan kesalahan orang lain.

Trairat dan Chienthaworn sangat mendalam dalam memerankan Ton dan Vichien. Mereka bisa menunjukkan ekspresi bagaimana rasanya kesepian. Cara mereka bicara, bercanda, dan bertengkar juga benar-benar alami. Sukapatana, aktris senior dengan perannya sebagai ibu kepala asrama yang aneh dan eksentrik pun sangat bagus (Ia pernah beradu akting bersama Robin Williams di film Good Morning Vietnam sebagai gadis vietnam muda)

Sutradara Songyos Sugmakana (yang juga pernah menyutradarai film Thailand populer My Girl dan dimainkan oleh Trairat juga) sangat apik dalam memberikan nuansa sinis dalam asrama tersebut, yaitu dengan membuat keseluruhan film berwarna agak keabu-abuan.Β  Hanya di bagian akhir setelah klimaks, warnanya kembali cerah, menunjukkan bahwa kesan sinis yang dirasakan oleh sang protagonis sudah hilang. Nuansa seram, kejadian yang menyentuh perasaan, serta unsur komedi yang disisipkan di sela-sela cerita membuat film ini sangat sayang untuk tidak ditonton.

Advertisements