Tags

, , , , , ,

Transporter 3 adalah film action ke-3 sejak 2 film Transporter sebelumnya. Film yang disutradarai oleh Olivier Megaton ini menceritakan Frank Martin (Jason Satham), seorang pengantar (transporter) profesional yang ditugaskan untuk mengantar sebuah paket tanpa perlu banyak bertanya.

trans3

Frank Martin, ditugaskan untuk mengirim sebuah paket menuju Buddapest. Paket tersebut adalah seoarang wanita bernama Valentina (Natalya Rudakova), putri dari seorang menteri yang bertugas menjaga keindahan lingkungan di Ukraina bernama Leonid Vasilev (Jeroen Krabbe). Kenyataannya, Valentina diculik oleh Johnson (Robert Knepper) sebagai sandera agar sang menteri mau menandatangani surat ijin berlabuh untuk kapal-kapalnya yang membawah limbah beracun. Frank Martin ditugaskan oleh Johnson untuk membawa Valentina dari Marseilles menuju Buddapest, Bucharest, hingga terakhir adalah Odessa. Martin tidak bisa menolak tugas ini karena pada pergelangan tangannya terdapat sebuah alat seperti gelang yang akan meledak bila berada pada jarak 75 kaki dari mobilnya. Bersama inspektur Tarconi (Francois Berleand), Frank Martin harus menggagalkan rencana Johnson serta menyelamatkan Valentina dan Vasilev.

Alur cerita film ini sangat pas. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Sebenarnya cukup banyak juga bagian-bagian dari film ini yang tidak saya mengerti.

  1. Valentina diculik dari Ibiza dan dibawa ke Marseilles. Setelah itu Johnson menugaskan Martin untuk membawa gadis tersebut ke Budapest, Bucharest, hinnga Odessa. Untuk apa si penculik membawa gadis yang diculiknya keliling Eropa?
  2. Pada bagian tengah film terdapat adegan sebuah mobil Mercedes Benz dikendarai dua orang menembak supir truk dan mengambil sesuatu dari truk tersebut. Apa yang diambil tersebut tidak begitu jelas dan tidak diceritakan lagi sesudahnya.
  3. Pada adegan kejar-kejaran mobil Audy milik Martin dengan mobil Mercedes Benz, tidak diketahui si pengejar diperintahkan oleh siapa. Kemungkinan diperintahkan oleh sang Menteri, tapi kurang jelas.

Tidak seperti pada film-film action laga Hollywood, para penjahat di film ini sangat mudah sekali dilacak, seperti pada adegan Johnson menelpon sang menteri, dengan mudahnya para polisi melacak tempat dia menelpon sehingga dia jadi terlihat amatir. Pada adegan pertarungan memang dahsyat, tetapi terlalu cepat pindah gambar sehingga membuat pusing orang yang melihat. Adegan kejar-kejaran Audy dengan Mercedes Benz pun cukup memukau.

Antara nilai 0 – 10, saya beri nilai 7,5 untuk film ini, karena banyak yang janggal.