Tags

, , , , , , , , , ,

Second In Command adalah film garapan sutradara Simon Fellows yang rilis pada tahun 2006. Film ini merupakan film direct-to-video, yaitu film yang tidak disiarkan di televisi maupun di bioskop dan khusus dibuat dalam bentuk video (CD atau DVD). Pembuatan film berdurasi 90 menit ini adalah di Burchast, Romania.

Sam Keenan (Jean-Claude Van Damme) adalah komandan pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat, SEAL. Ia dikirim ke Moldova, sebuah negara di Eropa Timur. Keenan dikirim ke kedutaan besar Amerika Serikat di Ibukota Moldova untuk memperkuat keamanan di sana. Saat Keenan tiba di Moldova, dia segera mengetahui bahwa Moldova sedang berada dalam perang sipil. Di kedutaan, Keenan bertemu dengan duta besar Ambassador George Norland (Colin Stinton) yang kemudian mengangkat Keenan menjadi penjaganya. Sementara itu, Amerika Serikat telah memasang pemerintahan baru di Moldova, di mana kepemimpinannya berada di tangan Presiden terpilih Yuri Amirev (Serban Celea). Amirev memilih pemerintahan demokrasi, tetapi militan komunis yang dipimpin oleh Anton Tavarov (Velibor Topic) menentangnya dan membuat kerusuhan di depan istana presiden. Militan komunis tersebut setia kepada mantan presiden Moldova, Alexei Kirilov (Costel Lupea) yang juga seorang komunis.

Seorang penjaga istana tiba-tiba menembak mati seorang militan yang berdemonstrasi di depan istana presiden, yang kemudian disambut dengan penyerbuan militan ke dalam istana presiden. Keenan menawarkan diri untuk membawa Amirev ke kedutaan Amerika. Amirev akhirnya berhasil dibawa ke kedutaan, tetapi Tavarov beserta pasukannya bersiaga di depan kedutaan untuk bersiap-siap menyerang. George Norland tewas setelah militan menyerang kedutaan dengan peluncur roket. 50 orang Amerika, yang terdiri dari 15 marinir, petugas kedutaan, dan birokrat CIA Frank Gaines (William Tapley) terkurung di dalam kedutaan. Tavarov juga memiliki sandera yaitu 1 jenderal yang setia pada presiden Amirev dan 2 wartawan, salah satunya adalah kekasih Keenan,  Michelle Whitman (Julie Cox). Bala bantuan dari Amerika baru akan tiba dalam 3 jam.  Lemahnya kepemimpinan komandan membuat Keenan mengambil alih pimpinan setelah sebelumnya dia menjadi Second In Command.

Second In Command merupakan film peperangan antara demokrasi melawan komunis. Untuk kesekian kalinya dalam film perang buatan Amerika, Amerika menjadi “Pahlawan” dalam memberantas komunis di negara lain. Aksi kekerasan dan tembak menembak mewarnai film in, karena itu fim ini mendapat rating untuk dewasa. Penjiwaan karakternya sangat kuat membuat emosi tiap pemainnya lebih tampak. Sayangnya alur cerita dirasa terlalu singkat karena hanya berdurasi 90 menit.

Film ini cukup bagus untuk ditonton. Mengingat tidak ditampilkan di bioskop, Anda hanya bisa menikmati film ini di DVD. Antara nilai 0 – 10, saya berikan nilai 8