Tags

, , , , , , , , ,

Berdasarkan berita yang disajikan di Liputan6.com, Pemerintah akan menaikkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun depan (2009). Pajak kendaraan pribadi naik dari lima persen menjadi 10 persen. Bea balik nama dari 10 persen menjadi 20 persen. Bahkan pajak parkir naik hingga 30 persen. Pajak progersif juga tetap berlaku bagi lebih satu kendaraan dengan nama yang sama.

Pemerintah menaikkan PKB dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dan kota besar lainnya. Kemacetan di Jakarta memang sudah sangat berat. Pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk mengurangi kemacetan, salah satunya adalah menaikkan harga bahan bakar kendaraan, tapi masih belum juga berhasil. Bagi Pemerintah Daerah, peningkatan PKB ini merupakan penghasilan tambahan untuk pembangunan daerah. Sedangkan bagi pemilik kendaraan bermotor, merupakan hal yang cukup berat. Sangat banyak sekali yang menentang kebijakan ini, mengingat masih banyaknya jalan-jalan rusak dan fasilitas kendaraan umum yang keadaannya sangat menyedihkan.

Sudah bukan rahasia lagi bagi kita ke mana larinya PKB yang kita bayar sehingga masih banyak jalan-jalan yang rusak dan fasilitas kendaraan umum yang kurang memadai. Sebenarnya tujuan meningkatkan PKB ini baik, yaitu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Tapi sayangnya tidak didukung dengan fasilitas kendaraan umum yang memadai. Salah satu contoh adalah bis Kota dengan kursi rusak dan penuh pencopet. Selain itu pemberhentian bus juga dirasa kurang tepat, karena jarak dengan tempat tujuan sangat jauh.

Salah satu yang paling efektif dalam mengurangi kemacetan adalah pembuatan kereta api bawah tanah (subway). Contoh pengalaman yang pernah saya alami pada saat menaiki kereta bawah tanah adalah di Hong Kong. Di setiap sudut kota di Hong Kong dihubungkan dengan kereta bawah tanah, sehingga penduduk Hong Kong tidak perlu menggunakan mobil untuk sampai ke tempat tujuan. Hanya dalam waktu 5 menit untuk sampai ke tempat tujuan. Sedangkan dengan mobil membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Karena cepat dan efisien, orang akan lebih memilih kereta bawah tanah sehingga mobil akan lebih terlihat sedikit di jalan dan tentu saja mengurangi kemacetan. Di Taiwan dan Singapura juga ada kereta bawah tanah, bahkan Cina yang merupakan bekas negara komunis juga sudah mulai ada. Kenapa Indonesia yang sudah lebih maju sejak dulu tidak pernah ada.

Semoga bila kenaikan PKB benar-benar terjadi tahun depan, Pemerintah bisa benar-benar menggunakan dengan baik dan TIDAK “melarikan” uang tersebut, walaupun kecil kemungkinan uang tersebut tidak “lari”, bahkan hampir mendekati nol.