Tags

, ,

moneyIni adalah kisah nyata yang diceritakan oleh papa saya yang ia lihat dari siaran TV di cina. Siaran TV itu menampilkan acara yang menceritakan kehidupan seseorang di Cina yang unik dan mungkin dapat memberikan nilai moral bagi yang menonton.

Kisah ini berawal dari seorang pria, sebut saja bernama An. An adalah orang yang suka sekali berjudi. Suatu hari ia kalah judi berturut-turut. Ketika sudah tidak punya uang lagi, An segera menghubungi temannya, sebut saja Hong, untuk meminjam uang kepadanya. An meminjam 10.000 RMB kepada Hong yang merupakan seorang satpam di sebuah perusahaan tertentu. 10.000 RMB adalah jumlah yang sangat besar dan Hong mati-matian tidak mau meminjamkan uang itu kepada An. An membujuknya dengan mengatakan bahwa mereka berasal dari satu desa yang sama dan sudah seharusnya saling bantu. Akhirnya Hong bersedia meminjamkan uang itu kepada An. Lagi-lagi, An kalah dalam berjudi dan 10.000 RMB raib.

Hari-hari berikutnya, Hong mulai resah karena An belum membayar hutangnya. Ia terus menagih An, tetapi An selalu bilang bahwa ia tidak punya uang. Sampai suatu hari An menghilang dan tidak bisa dikontak. HPnya pun tidak bisa dihubungi. Setelah sekian lama akhirnya Hong berhasil menemukan An lagi. Pada saat ditagih, An berkata “Mana buktinya kalau aku pinjam uang ke kamu? Aku tidak pernah pinjam uang.”. Mendengar An berkata seperti itu, Hong pun melancarkan serangan balasan dengan berkata, “Baiklah kalau kamu tidak mau mengaku. Aku punya saksi yang bisa memberatkan kamu. Saksi itu bisa mengalahkan di sidang meskipun aku tidak punya bukti.”. Mendengar serangan balasan Hong, An pun gentar dan meminta untuk memberikan dia waktu lebih untuk membayar hutangnya. (percakapan di atas tentu saja menggunakan bahasa mandarin. ^^)

Setelah kejadian tersebut, lagi-lagi An menghilang. Sementara itu, keluarga Hong dari desa menghubungi Hong bahwa ayahnya sakit dan mereka membutuhkan uang. Karena itu, Hong segera meminta ijin kepada perusahaan tempat ia bekerja sebagai satpam dan pergi mencari An. Akhirnya, Hong menemukan An lagi, dan kali ini, Hong terus mengikuti An ke mana pun dia pergi. An yang merasa terganggu dengan perilaku Hong, melaporkan hal ini ke polisi. Polisi kemudian hanya menegur Hong untuk tidak melakukan hal itu karena mengganggu privasi seseorang. Setelah kejadian itu, Hong masih tetap mengikuti An, tapi dari jarak yang cukup jauh agar tidak terlihat.

Setelah sekian lama mengikuti An, Hong akhirnya mengetahui bahwa An tidak membawa uang banyak bila selesai berjudi. Sebelum judi, ia mengambil uang di ATM, setelah menang judi, ia langsung memasukkan uangnya ke ATM lagi, sehingga ia tidak bisa ditagih dan terlihat tidak punya uang. Hong berpikir untuk mengakali An agar mendapat uangnya kembali. Kebetulan sekali, petugas ATM di tempat An biasa mengambil uang adalah teman lama Hong, sebut saja Huang. Hong meminta bantuan kepada Huang agar bisa mendapat uangnya kembali. Hong menyarankan penipuan dengan cara mengotak-atik mesin ATM agar bila kartu ATM dimasukkan ke dalam mesin, tidak bisa keluar lagi dan menempelkan nomor HP Huang dengan berpura-pura sebagai petugas bank di pinggir mesin ATM. Huang ragu-ragu karena itu melanggar hukum dan bisa berakibat Huang dipecat. Hong berjanji akan memberikan 1.000 RMB bila ia berhasil mengambil uangnya yang 10.000 RMB. Mendengar jumlah uang sebesar itu, Huang pun akhirnya setuju.

Kemudian, sesuai dengan yang diprediksikan, An akan mengambil uang untuk berjudi. Setelah An memasukkan kartu ATMnya, kartu tersebut kemudian tidak bisa keluar. An pun kebingungan dan menelpon nomor HP Huang yang tertera pada samping ATM yang disangka nomor HP petugas Bank. Setelah itu Huang pun datang ke sana dan “membantu” An. Huang bertanya, “Sepertinya susah untuk dikeluarkan. Nomor PIN bapak berapa? Mungkin saya bisa coba keluarkan”. Karena An sedang kebingungan, ia pun memberitahukan nomor PINnya. Setelah itu, Huang berkata bahwa kartunya masih tidak bisa dikeluarkan dan meminta untuk datang lagi besok. Begitu An pergi, Hong pun langsung keluar dan mengambil 10.000 RMB dari rekening An. Huang pun diberi 1000 RMB sesuai janji Hong.

Keesokan harinya, An segera kembali ke ATM tersebut dan dia mendapatkan kartunya kembali. Pada saat ingin mengambil uang, ia melihat bahwa uangnya berkurang 10.000 RMB. Ia langsung menduga pasti Hong yang melakukan ini. Ia segera melaporkan hal ini ke polisi. Polisi pun segera menciduknya. Hong pun membela diri dengan mengatakan bahwa Ia melakukan itu karena An memang berhutang kepada dia dan An tidak mau membayar. Tetapi hukum tetap hukum. Ia akan dikenakan sanksi 3 -6 tahun penjara bila ia terbukti bersalah di persidangan. Hong pun memberi kabar kepada keluarganya di desa dan keluarganya segera menuju ke kota untuk mencari pengacara. Pengacaranya pun mengatakan memang tidak seharusnya ia melakukan hal itu karena itu melanggar hukum. Namun pada saat sidang dimulai, pengacaranya membantu sebisanya dan akhirnya Hong hanya dihukum tahanan rumah dan harus melapor kepada polisi tiap perode tertentu. Tetapi Hong sudah terlanjur masuk ke dalam daftar hitam.

Cerita di atas bukan karangan dan sungguh-sungguh terjadi. Melihat cerita tersebut di atas, apa tindakan Anda jika Anda mengalami hal yang sama?